Sunrise of Java Gerbang Timur Pulau Jawa
Panorama kawasan Profil Kabupaten Banyuwangi
Profil Kawasan

Profil Kabupaten Banyuwangi

Mengenal lebih dekat geografi, sejarah, demografi, dan kekayaan budaya kabupaten terluas di Jawa Timur yang berdiri sebagai gerbang timur Pulau Jawa.

Letak Geografis

Gerbang Timur Pulau Jawa

Kabupaten Banyuwangi terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, di kawasan yang dikenal sebagai Tapal Kuda. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Bali di sisi timur dan utara, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Jember dan Bondowoso di sisi barat.

Dengan luas sekitar 3.593 km², Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur. Topografinya sangat beragam — mulai dari dataran tinggi pegunungan Ijen hingga dataran rendah pesisir dengan garis pantai panjang menghadap Samudra Hindia.

  • Ibu kota di Kecamatan Banyuwangi, ± 290 km timur Surabaya
  • Rangkaian Dataran Tinggi Ijen dengan Gunung Raung (3.282 m)
  • Garis pantai sekitar 175 km menghadap Selat Bali & Samudra Hindia
Lanskap geografis Kabupaten Banyuwangi
Data Ringkas

Profil Singkat Kabupaten

Ibu KotaKecamatan Banyuwangi
ProvinsiJawa Timur
Luas Wilayah± 3.593,06 km² (terluas di Jawa Timur)
Pembagian Wilayah25 kecamatan, 28 kelurahan, 189 desa
Jumlah Penduduk± 1,78 juta jiwa (2023)
Hari Jadi18 Desember (merujuk Perang Puputan Bayu, 1771)
JulukanThe Sunrise of Java, Bumi Blambangan, Kota Gandrung, Kota Osing
Suku AsliSuku Osing (pewaris budaya Blambangan)

Data demografi dan luas wilayah dapat menyesuaikan rilis statistik terbaru.

Jejak Sejarah

Dari Kerajaan Blambangan ke Banyuwangi Modern

Sejarah Banyuwangi tak terlepas dari Kerajaan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur Pulau Jawa.

1

Era Kerajaan Blambangan

Wilayah ini menjadi pusat Kerajaan Blambangan, kerajaan bercorak Hindu terakhir di Jawa, yang dipimpin antara lain oleh Prabu Tawang Alun pada abad ke-17.

2

Perang Puputan Bayu (1771)

Perlawanan heroik rakyat Blambangan terhadap VOC. Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai dasar penetapan Hari Jadi Banyuwangi setiap 18 Desember.

3

Pembentukan Kabupaten

Sejak berdirinya Republik Indonesia, Kabupaten Banyuwangi dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950, dengan ibu kota di Kecamatan Banyuwangi.

4

Banyuwangi Masa Kini

Kini Banyuwangi berkembang sebagai kawasan pariwisata dan ekonomi yang dinamis, ditopang konektivitas bandara, pelabuhan, dan jalur kereta api.

Budaya & Identitas

Warisan Suku Osing & Tradisi Gandrung

Identitas budaya Banyuwangi diwarnai oleh Suku Osing serta beragam festival yang kini berskala nasional.

🗣️

Bahasa Osing

Salah satu ragam tertua Bahasa Jawa dengan diftongisasi khas yang tidak ditemukan di dialek Jawa maupun Bali, masih digunakan sehari-hari di sejumlah kecamatan.

💃

Tari Gandrung

Tarian khas yang menjadi maskot kabupaten dan melahirkan julukan "Kota Gandrung", ditampilkan dalam berbagai upacara dan festival budaya.

🎪

Festival Budaya

Banyuwangi Ethno Carnival dan Gandrung Sewu menjadi agenda budaya yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara setiap tahun.

🏘️

Desa Adat Osing

Kawasan seperti Kemiren melestarikan rumah adat, kuliner, dan ritual tradisional masyarakat Osing sebagai warisan hidup.

🌾

Keberagaman Etnis

Selain Osing, masyarakat Banyuwangi terdiri dari suku Jawa, Madura, Bali, Tionghoa, dan Arab yang hidup berdampingan.

🛕

Miniatur Bali

Desa Patoman di Kecamatan Blimbingsari dikenal sebagai "Miniatur Pulau Bali" karena nuansa perdesaan dan tradisinya.

Pertanyaan Umum

Seputar Profil Banyuwangi

Mengapa Banyuwangi dijuluki "The Sunrise of Java"?
Karena terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, Banyuwangi menjadi salah satu wilayah yang lebih dahulu menerima sinar matahari terbit dibanding daerah lain di Jawa.
Berapa luas wilayah Kabupaten Banyuwangi?
Luas wilayahnya sekitar 3.593 km², menjadikannya kabupaten terluas di Provinsi Jawa Timur dengan topografi yang sangat beragam.
Siapa penduduk asli Banyuwangi?
Penduduk asli Banyuwangi adalah Suku Osing, yang dikenal sebagai pewaris budaya Blambangan dan memiliki bahasa serta adat istiadat yang khas.
Kapan Hari Jadi Banyuwangi diperingati?
Hari Jadi Banyuwangi diperingati setiap tanggal 18 Desember, merujuk pada peristiwa Perang Puputan Bayu tahun 1771.

Lanjutkan Penjelajahan Anda

Setelah mengenal profil kawasan, telusuri destinasi wisata dan akses menuju Banyuwangi.